Advertisement

Tegar Sedayu: Jokowi masih Number One, Tak Tertandingi dan Tak Tersaingi, Selanjutnya Bagaimana PSI??

PEKANBARU, RIAU (solidaritasmedia.com ) – 4/6/2026 Mantan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), dinilai masih menjadi sosok Nomor Satu yang tak tertandingi dan tak tersaingi di hati mayoritas rakyat Indonesia. Pengamat kebijakan publik sekaligus tokoh masyarakat, Dr. Mujizat Tegar Sedayu, SH.,MH.,IFHGAS, menegaskan bahwa antusiasme masyarakat dari berbagai penjuru daerah untuk bertemu Jokowi tetap sangat tinggi meskipun ia sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.

Namun, tingginya elektabilitas dan kecintaan masyarakat terhadap Jokowi justru melontarkan kritik keras sekaligus alarm darurat bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), khususnya di Provinsi Riau [solidaritasmedia.com ]. Tegar menilai, pergerakan kader PSI di Riau saat ini masih terkesan pasif, sunyi, dan hanya menunggu keajaiban atau instruksi dari figur pusat.

“Dari elektabilitas Pak Jokowi yang sebesar ini justru muncul pertanyaan saya, Bagaimana dengan PSI, Mampukah PSI menyeimbangkannya?? Saya yakin kalau PSI di daerah masih seperti ini dan terkesan hanya menunggu Ketumnya dan Pak Jokowi nanti mereka bisa kalang kabut, contoh hari ini di Riau kan belum ada gaungnya to, masih adem ayem,” ujar Tegar saat ditemui awak media di Pekanbaru, Kamis (4/6).

Kritik menohok dari para pengamat kebijakan publik ini harus disikapi sebagai bahan evaluasi total, sekaligus momentum emas bagi seluruh pengurus dan kader PSI di 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau untuk segera memadatkan partai mesin secara mandiri.

Mengakhiri Status ‘Adem Ayem’: Alarm Keras Bagi Kader Daerah

Peta elektabilitas Jokowi yang tetap kokoh di Bumi Lancang Kuning adalah modal politik yang sangat mahal bagi PSI [solidaritasmedia.com ]. Sayangnya, potensi besar dari Jokowi Effect ini terancam menguap sia-sia jika para pengurus dan kader di daerah hanya menunggu dan melihat atau sekedar menjadi penonton.

Tegar Sedayu mengingatkan bahwa isu mengenai rencana Jokowi untuk berkeliling Indonesia bukanlah keinginan pribadi, melainkan murni karena kerinduan masyarakat yang ingin bersilaturahmi langsung tanpa sekat [solidaritasmedia.com ]. Bahkan, hampir setiap hari kediaman purnatugas Jokowi dipadati oleh ribuan warga yang datang secara sukarela dengan biaya pribadi.

“Masyarakat datang dari berbagai penjuru Indonesia tanpa paksaan dan tanpa dibayar. Mereka datang karena rasa cinta dan kerinduan kepada sosok Jokowi. Itu bisa dilihat langsung di kediaman beliau,” tegas Tegar.

Melihat realita tersebut, kader PSI di Riau dituntut untuk segera keluar dari zona nyaman. Mereka tidak boleh lagi bersikap pasif dan membiarkan dinamika politik daerah berjalan sunyi tanpa gaung perjuangan PSI.

Manifesto Gerak Serentak di 12 Kabupaten/Kota Se-Riau

Untuk menjawab kritik publik dan mengimbangi nama besar Jokowi, struktur partai dari tingkat Wilayah (DPW), Daerah (DPD), hingga Cabang (DPC) harus segera mengeksekusi langkah taktis di seluruh wilayah Riau:

  • Zona Urban (Kota Pekanbaru & Kota Dumai): Kader harus bergerak cepat menguasai opini publik, mengawal transparansi kebijakan anggaran daerah, serta memasifkan program kerja nyata yang langsung menyentuh anak muda dan pelaku UMKM lokal.

  • Zona Perkebunan & Pertanian (Kampar, Siak, & Pelalawan): Pengurus partai wajib turun langsung ke desa-desa. Adopsi gaya kepemimpinan Jokowi yang ramah, hangat, dan tanpa jarak untuk mendengar serta memperjuangkan hak-hak petani sawit, karet, hingga masyarakat adat.

  • Zona Pesisir & Kepulauan (Bengkalis, Kepulauan Meranti, & Rokan Hilir): PSI harus hadir memperkuat barisan di wilayah pesisir dengan menyuarakan perbaikan infrastruktur, membuka lapangan kerja baru, serta memperjuangkan kesejahteraan nelayan tradisional secara konkret.

  • Zona Pedalaman & Swasembada (Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, & Rokan Hulu): Hidupkan mesin partai hingga tingkat ranting terkecil. Buat kegiatan sosial mingguan yang menyentuh kebutuhan dasar warga agar kehadiran PSI benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah.

Mengonversi Cinta Menjadi Suara Riil PSI

Sejarah telah membuktikan bahwa ketulusan dalam bekerja untuk rakyat akan selalu mendapat tempat spesial di hati masyarakat, sekeras apa pun hujatan dan cemoohan yang datang dari elite politik tertentu. Karakter petarung dan pekerja keras inilah yang harus diduplikasi secara utuh oleh setiap kader PSI di Riau.

“Bagi banyak rakyat Indonesia, Jokowi tetap menjadi figur yang istimewa. Semakin beliau dihujat, justru semakin banyak masyarakat yang menunjukkan rasa cinta dan dukungannya,” pungkas Tegar.

Rakyat di 12 Kabupaten/Kota se-Riau merindukan kehadiran pemimpin dan partai yang mau mendengarkan keluhan mereka secara langsung. Jika seluruh kader PSI Riau mampu menerjemahkan kerinduan itu lewat aksi nyata yang konsisten di lapangan—bukan sekadar memasang spanduk mati di pinggir jalan—maka status “adem ayem” akan segera berubah menjadi gemuruh kemenangan politik yang nyata. Saatnya bangkit, bergerak serentak, dan menangkan hati rakyat Riau!.(solidaritasmedia.com )-Wdi

Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis berdasarkan pernyataan pengamat kebijakan publik Dr. Mujizat Tegar Sedayu, SH.,MH.,IFHGAS di Pekanbaru terkait dinamika politik lokal dan nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *