SOLIDARITASMEDIA.COM — Perjalanan politik Gibran Rakabuming Raka menuju panggung nasional tidak dapat dilepaskan dari dinamika organisasi relawan yang berkembang menjelang Pemilihan Presiden 2024. Salah satu kelompok yang menonjol dalam dinamika tersebut adalah Bolone Mase, organisasi relawan yang awalnya mendorong Gibran, ketika menjabat Wali Kota Surakarta, untuk berkiprah lebih luas dalam kepemimpinan nasional.
Bolone Mase kemudian menjadi salah satu kelompok relawan yang mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. Dalam perjalanannya, organisasi ini membangun jaringan di berbagai daerah, mengadakan konsolidasi hingga tingkat lokal, serta menjalin komunikasi dengan kelompok relawan lain yang memiliki dukungan serupa terhadap Gibran.
Setelah Pilpres 2024 berakhir, Bolone Mase tidak sepenuhnya menghentikan aktivitasnya. Sejumlah laporan pada 2026 menunjukkan bahwa organisasi tersebut masih mengadakan konsolidasi dan mulai menonjolkan kegiatan sosial, ekonomi, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Perkembangan itu menarik untuk ditelusuri karena memperlihatkan perubahan fungsi gerakan relawan: dari organisasi yang aktif dalam momentum elektoral menjadi jaringan yang berupaya mempertahankan kegiatan setelah pemilihan selesai.
Awal kemunculan Bolone Mase: Mendorong Gibran ke panggung nasional
Bolone Mase mulai dikenal luas pada 2023, ketika Gibran Rakabuming Raka masih menjabat Wali Kota Surakarta. Pada 22 Juli 2023, ANTARA memberitakan bahwa kelompok tersebut mendukung Gibran untuk berkiprah di tingkat nasional. Dalam laporan yang sama, Kuat Hermawan Santoso disebut sebagai Koordinator Nasional Bolone Mase.
Dukungan tersebut disampaikan dengan menonjolkan pandangan bahwa generasi muda perlu mendapat ruang dalam kepemimpinan nasional. Dalam pernyataan yang dikutip ANTARA, Kuat menilai Gibran memiliki karakter kepemimpinan yang dinilai relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia.
Pada fase awal ini, Bolone Mase membangun narasi dukungan melalui gagasan regenerasi kepemimpinan, pengalaman Gibran memimpin Surakarta, dan visi pembangunan menuju Indonesia 2045. Narasi tersebut menjadi bagian dari argumentasi politik yang dikemukakan oleh organisasi untuk menjelaskan alasan mereka mendukung Gibran.
Dukungan relawan tidak sama dengan keputusan resmi partai politik. Pada tahap awal, Bolone Mase bergerak sebagai kelompok pendukung yang berusaha memperluas penerimaan terhadap gagasan agar Gibran mengambil peran lebih besar dalam politik nasional.
Perbedaan itu menjadi penting ketika perkembangan politik selanjutnya membawa Gibran ke kontestasi Pilpres 2024.
Kuat Hermawan Santoso dan peran koordinasi nasional
Nama Kuat Hermawan Santoso merupakan salah satu tokoh yang paling konsisten muncul dalam pemberitaan mengenai Bolone Mase. Ia disebut sebagai Koordinator Nasional ketika organisasi tersebut mulai mengonsolidasikan dukungan untuk Gibran pada Juli 2023. Perannya kembali diberitakan ketika jaringan relawan mulai memperluas kegiatan ke berbagai daerah menjelang Pilpres 2024.
Dalam konteks organisasi relawan, koordinator nasional berfungsi menghubungkan jaringan daerah, menyelaraskan agenda kegiatan, membangun komunikasi antarpengurus, dan menyampaikan sikap organisasi kepada publik.
Namun, informasi mengenai seorang koordinator nasional tidak otomatis memberikan gambaran lengkap mengenai struktur kepengurusan. Nama seluruh pengurus pusat, koordinator provinsi, koordinator kabupaten/kota, serta mekanisme pemilihan dan pergantian kepemimpinan perlu ditelusuri melalui dokumen resmi organisasi atau keterangan langsung dari pengurus.
Karena itu, berdasarkan sumber publik yang dirujuk dalam artikel ini, Kuat Hermawan Santoso dapat disebut sebagai tokoh koordinasi nasional yang terdokumentasi dalam pemberitaan. Adapun daftar lengkap pimpinan dan struktur Bolone Mase di seluruh Indonesia belum dapat dipastikan hanya dari pemberitaan yang tersedia.
Perluasan jaringan: Dari Jawa Tengah menuju berbagai provinsi
Pada 2023, kegiatan Bolone Mase mulai memperlihatkan upaya memperluas jangkauan di luar Surakarta. ANTARA melaporkan bahwa jaringan relawan tersebut melakukan konsolidasi dan silaturahmi di Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Perkembangan berikutnya terlihat pada Januari 2024. Dalam kegiatan konsolidasi di Sleman, Yogyakarta, Kuat Hermawan menyatakan bahwa Bolone Mase telah terbentuk di 21 provinsi. Ia juga menjelaskan rencana pembentukan koordinator hingga tingkat RW dan RT. Informasi tersebut diberitakan IDN Times pada 3 Januari 2024.
Pernyataan tersebut menggambarkan ambisi organisasi untuk membangun jaringan berjenjang. Dengan struktur lokal, komunikasi dan kegiatan relawan diharapkan tidak hanya bergantung pada pengurus pusat, tetapi dapat berlangsung melalui koordinator di wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat.
Sasaran yang disebut dalam pemberitaan juga mencakup kalangan milenial dan Generasi Z. Kelompok muda dipandang sebagai bagian penting dari basis relawan karena mereka dapat berpartisipasi melalui kegiatan komunitas, komunikasi digital, pertemuan langsung, dan jaringan pertemanan.
Meski demikian, angka 21 provinsi tersebut harus dipahami sebagai keterangan yang disampaikan pengurus pada awal 2024, bukan bukti bahwa seluruh kepengurusan masih aktif hingga saat ini. Jumlah provinsi yang pernah dijangkau, jumlah struktur yang terbentuk, dan jumlah anggota aktif merupakan tiga ukuran berbeda.
Konsolidasi menjelang Pilpres 2024
Momentum politik berubah ketika proses pencalonan presiden dan wakil presiden memasuki tahap yang lebih konkret pada 2023. Bolone Mase tidak lagi hanya menyampaikan dukungan agar Gibran berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga terlibat dalam gerakan yang mendorong pencalonannya sebagai wakil presiden.
Pada Oktober 2023, sejumlah organisasi relawan pendukung Gibran mengadakan rapat kerja nasional dan membentuk Presidium Relawan Gibran. Kelompok yang diberitakan hadir antara lain Bolone Mase, Bala Gibran, Beta Gibran, Kami Gibran, Bocahe Gibran Nusantara, ProGib Nusantara, Balad Gibran, Gibran Maju, Bolone Gibran Jawi Wetan, Gibran Penerus Jokowi, dan Kancane Mase
Pembentukan presidium menunjukkan adanya upaya mengoordinasikan beberapa kelompok yang sebelumnya bergerak melalui jaringan masing-masing. Forum bersama dapat digunakan untuk menyamakan sikap, membahas langkah politik, dan mengatur kegiatan dukungan.
Dalam pemberitaan Kompas.com pada Oktober 2023, Kuat Hermawan juga menjelaskan bahwa relawan melakukan konsolidasi basis dan komunikasi dengan sejumlah pihak politik untuk mendorong Gibran menjadi pendamping Prabowo Subianto.
Rangkaian kegiatan tersebut menempatkan Bolone Mase dalam salah satu jaringan relawan yang aktif memperjuangkan aspirasi politik agar Gibran memperoleh posisi dalam kontestasi nasional. Perlu dicatat, pencalonan resmi tetap ditentukan melalui mekanisme dan keputusan partai politik serta proses hukum yang berlaku, bukan oleh relawan semata.
Dukungan kepada pasangan Prabowo–Gibran
Setelah Gibran ditetapkan sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto, Bolone Mase menjadi bagian dari gerakan relawan pendukung pasangan tersebut pada Pilpres 2024.
Kegiatan organisasi mencakup konsolidasi daerah, komunikasi dengan relawan, pertemuan bersama Gibran, serta upaya memperluas dukungan di wilayah yang dianggap perlu mendapat perhatian. Pada 3 Januari 2024, IDN Times melaporkan rencana Bolone Mase membentuk koordinator hingga tingkat RW dan RT sebagai bagian dari konsolidasi menjelang pemungutan suara.
Pada 1 Maret 2024, Kompas.com memberitakan pertemuan Gibran dengan ratusan relawan Bolone Mase di Surakarta. Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyampaikan apresiasi kepada relawan, sementara Kuat mengaitkan konsolidasi internal dengan perkembangan dukungan kepada pasangan Prabowo–Gibran.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa hubungan Bolone Mase dengan Gibran tidak hanya berlangsung melalui pernyataan dukungan, tetapi juga melalui kegiatan tatap muka dan konsolidasi.
Meski demikian, kontribusi sebuah organisasi relawan terhadap hasil pemilu tidak dapat dihitung hanya dari jumlah peserta pertemuan atau luas jaringan yang diumumkan. Hasil pemilihan dipengaruhi banyak faktor, termasuk dukungan partai politik, kampanye kandidat, kondisi sosial, isu nasional, serta keputusan pemilih.
Karena itu, kontribusi Bolone Mase paling tepat dijelaskan melalui kegiatan yang terdokumentasi, peran koordinasi, dan keterlibatannya dalam gerakan pendukung pasangan Prabowo–Gibran, bukan melalui klaim angka suara tertentu yang tidak memiliki metode pengukuran terverifikasi.
Setelah Pilpres 2024: Bagaimana gerakan relawan bertahan?
Selesainya Pilpres 2024 menghadirkan tantangan yang lazim bagi organisasi relawan. Ketika tujuan elektoral tercapai atau fase kampanye berakhir, organisasi perlu menentukan apakah kegiatannya akan berhenti, berubah bentuk, atau berlanjut dengan orientasi yang lebih luas.
Pada Bolone Mase, sejumlah pemberitaan 2026 menunjukkan adanya upaya mempertahankan komunikasi dan kegiatan di tingkat daerah. Fokus organisasi yang diberitakan tidak hanya berkaitan dengan politik, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat dan kegiatan sosial.
Laporan RRI pada 25 Mei 2026, dalam rangka peringatan tiga tahun Bolone Mase Indonesia, menyebut Kuat Hermawan Santoso sebagai Koordinator Nasional. Berita itu juga menguraikan pernyataan pengurus mengenai arah kegiatan sosial, ekonomi, kebudayaan, dan kemanusiaan setelah fase elektoral.
Perkembangan tersebut menandai upaya mengalihkan sebagian energi relawan ke kegiatan yang dapat berjalan di luar musim pemilihan. Akan tetapi, skala, kesinambungan, dan dampak dari program-program tersebut tetap perlu dievaluasi berdasarkan dokumentasi pelaksanaan, jumlah penerima manfaat, serta hasil yang bisa diperiksa.
Konsolidasi 2026: Dari pertemuan organisasi menuju kegiatan sosial
Pada Maret 2026, Kabarjateng.id melaporkan bahwa relawan Bolone Mase Indonesia di Kota Semarang mengadakan konsolidasi yang dirangkai dengan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut dihadiri koordinator kota dan koordinator kelurahan serta disebut sebagai bagian dari penguatan komunikasi organisasi dan program pemberdayaan.
Laporan tersebut menyebut beberapa kegiatan yang diklaim atau dijalankan oleh jaringan daerah, antara lain:
- Jawa Timur: inisiatif penanaman tanaman keras dan tanaman buah serta penjajakan pengembangan sorgum.
- Jawa Tengah: pengembangan usaha peternakan ayam di Wonogiri.
- Banyumas: pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
- Jepara: kegiatan olahraga berupa kompetisi karate.
- Semarang: upaya membantu pemasaran hasil tangkapan nelayan.
Informasi tersebut memperlihatkan beragam pendekatan yang dapat ditempuh jaringan relawan ketika beralih ke aktivitas sosial dan ekonomi. Namun, setiap program perlu dibedakan antara rencana, kegiatan yang sedang berjalan, dan hasil yang telah tercapai. Jumlah tanaman yang ditargetkan, kapasitas kandang, atau jumlah pelaku usaha binaan tidak otomatis membuktikan keberhasilan program tanpa evaluasi lanjutan.
Pada September 2026, Jateng Network kembali memberitakan konsolidasi Bolone Mase Indonesia di Kabupaten Pekalongan. Dalam laporan tersebut, Kuat Hermawan menyebut kegiatan itu sebagai penguatan struktur organisasi dan menegaskan bahwa konsolidasi tersebut bukan persiapan khusus untuk Pemilu 2029.
Keterangan itu penting untuk memahami posisi organisasi pada periode setelah pemilu. Konsolidasi organisasi tidak selalu berarti persiapan kampanye. Pertemuan dapat pula ditujukan untuk menjaga komunikasi, menata kepengurusan, atau menjalankan program sosial.
Seperti apa jaringan Bolone Mase di seluruh Indonesia?
Dari laporan publik yang tersedia, perkembangan Bolone Mase dapat dilihat melalui tiga lapisan jaringan.
Pertama, koordinasi nasional. Kuat Hermawan Santoso tercatat dalam sejumlah pemberitaan sebagai Koordinator Nasional. Posisi ini menjadi penghubung antara organisasi dan jaringan daerah.
Kedua, jaringan provinsi dan kabupaten/kota. Pernyataan pada Januari 2024 menyebut jaringan Bolone Mase telah terbentuk di 21 provinsi. Laporan konsolidasi daerah pada 2026 memperlihatkan bahwa sejumlah jaringan lokal masih melakukan kegiatan.
Ketiga, koordinator lokal. Rencana pembentukan koordinator hingga tingkat RW dan RT menunjukkan model organisasi yang berusaha menjangkau masyarakat secara langsung. Akan tetapi, sumber publik yang dirujuk belum menyediakan daftar nasional lengkap yang memastikan seluruh koordinator tersebut telah terbentuk dan masih aktif.
Untuk menyajikan profil nasional yang benar-benar lengkap, diperlukan data primer dari organisasi, seperti daftar pengurus provinsi, pengurus kabupaten/kota, alamat sekretariat, periode kepengurusan, jumlah anggota aktif, dan laporan kegiatan terbaru. Tanpa data itu, tidak tepat menyebut angka anggota nasional tertentu sebagai jumlah terverifikasi.
Apa kontribusi politik Bolone Mase dalam perjalanan Gibran?
Kontribusi Bolone Mase terhadap perjalanan politik Gibran dapat dijelaskan melalui beberapa bentuk kegiatan yang terdokumentasi.
1. Mengangkat gagasan kepemimpinan Gibran di tingkat nasional. Sejak Juli 2023, Bolone Mase secara terbuka menyampaikan dukungan agar Gibran berkiprah lebih luas dari jabatan wali kota. Dukungan tersebut membantu menjadikan gagasan pencalonan Gibran sebagai bahan pembicaraan dalam jaringan relawan.
2. Mengonsolidasikan jaringan pendukung. Organisasi melakukan pertemuan dan kegiatan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah dan Yogyakarta. Konsolidasi itu menjadi sarana menghubungkan simpatisan dan menyelaraskan kegiatan.
3. Berpartisipasi dalam koordinasi antarkelompok relawan. Pembentukan Presidium Relawan Gibran pada Oktober 2023 memperlihatkan adanya upaya menyatukan sejumlah organisasi pendukung dalam satu forum koordinasi.
4. Menggerakkan kegiatan dukungan pada Pilpres 2024. Bolone Mase terlibat dalam gerakan relawan yang mendukung pasangan Prabowo–Gibran. Pertemuan Gibran dengan ratusan relawan di Surakarta pada Maret 2024 menjadi salah satu kegiatan yang diberitakan media.
5. Mempertahankan jaringan setelah pemilu. Kegiatan pada 2026 memperlihatkan upaya organisasi untuk mempertahankan komunikasi dan mengembangkan program sosial serta ekonomi di sejumlah daerah.
Poin-poin tersebut menggambarkan bentuk kontribusi organisasi yang dapat diidentifikasi dari pemberitaan. Namun, kontribusi politik itu tidak dapat dipisahkan dari peran partai pengusung, struktur kampanye resmi, tokoh politik lain, dan pilihan pemilih. Tidak tersedia dasar yang cukup untuk menyimpulkan berapa banyak suara yang secara khusus dihasilkan oleh Bolone Mase.
Tantangan ke depan: Transparansi, regenerasi, dan dampak nyata
Perjalanan Bolone Mase setelah Pilpres 2024 menghadirkan sejumlah tantangan organisasi yang juga dihadapi kelompok relawan lain.
Pertama, organisasi perlu memastikan bahwa jaringan yang dibangun pada masa kampanye tetap berfungsi setelah pemilihan selesai. Struktur yang aktif memerlukan komunikasi rutin, program yang jelas, dan pembagian tanggung jawab.
Kedua, organisasi perlu memiliki mekanisme regenerasi agar keberlanjutan kegiatan tidak hanya bergantung pada sejumlah tokoh. Pelibatan generasi muda akan lebih bermakna apabila disertai ruang pengambilan keputusan, pendidikan organisasi, dan kesempatan memimpin program.
Ketiga, program sosial perlu disertai ukuran hasil yang transparan. Jika organisasi mengembangkan pertanian, peternakan, UMKM, olahraga, atau kegiatan kemanusiaan, masyarakat berhak mengetahui target, pelaksanaan, penerima manfaat, serta evaluasi hasilnya.
Keempat, organisasi perlu menjaga keterbukaan terhadap masyarakat yang memiliki pilihan politik berbeda. Kegiatan sosial akan lebih bermanfaat apabila penerima manfaat diperlakukan sebagai warga yang setara, bukan semata-mata sebagai basis dukungan politik.
Kelima, struktur dan kepemimpinan perlu dikomunikasikan secara jelas. Publikasi daftar pengurus yang terverifikasi, laporan kegiatan, dan informasi kontak resmi akan membantu masyarakat memahami bagaimana organisasi bekerja.
Kesimpulan: Dari dukungan politik menuju keberlanjutan gerakan
Bolone Mase tumbuh menjadi salah satu kelompok relawan yang dikenal dalam perjalanan Gibran Rakabuming Raka menuju panggung politik nasional. Sejak 2023, organisasi ini menyampaikan dukungan terhadap kiprah nasional Gibran, memperluas jaringan daerah, mengadakan konsolidasi, dan terlibat dalam gerakan pendukung pasangan Prabowo–Gibran pada Pilpres 2024.
Nama Kuat Hermawan Santoso tercatat dalam pemberitaan sebagai Koordinator Nasional. Sementara itu, laporan pada 2024 menyebut jaringan telah terbentuk di 21 provinsi, meskipun angka tersebut merupakan keterangan pada periode tertentu dan bukan data terkini yang telah diaudit.
Memasuki 2026, Bolone Mase masih diberitakan mengadakan konsolidasi serta mengembangkan kegiatan sosial dan ekonomi di beberapa daerah. Perkembangan ini memperlihatkan upaya organisasi untuk mempertahankan jaringan setelah fase elektoral berakhir.
Keberlanjutan gerakan tersebut pada akhirnya akan dinilai melalui hal-hal yang dapat dibuktikan: apakah kepengurusan daerah tetap aktif, apakah program sosial memberikan manfaat yang terukur, apakah informasi organisasi terbuka bagi publik, dan apakah kegiatan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Bagi masyarakat, memahami Bolone Mase bukan hanya soal mengenali kelompok relawan pendukung Gibran, tetapi juga melihat bagaimana sebuah jaringan politik berkembang, beradaptasi, dan mempertanggungjawabkan kegiatannya setelah pemilihan selesai.
Penulis: Redaksi SolidaritasMedia.com
Kategori: Politik, Organisasi Relawan, dan Informasi Publik
Situs resmi: www.solidaritasmedia.com
Slogan: Mengabarkan dengan Fakta Bukan Katanya














Leave a Reply