Advertisement

PJJ Diperpanjang akibat Kabut Asap, Yayasan Kiandra Setia Bangsa Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Oleh: Tim Redaksi Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa

PEKANBARU — Yayasan Kiandra Setia Bangsa menyatakan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru yang memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah perlindungan peserta didik di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk mengurangi paparan asap terhadap anak-anak, khususnya peserta didik yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk. Namun, perlindungan selama PJJ tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, melainkan juga membutuhkan peran aktif keluarga.

Ketua Yayasan Kiandra Setia Bangsa, Mulyono Widiarta, S.T., menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak tetap berada di lingkungan yang relatif aman selama kegiatan pembelajaran berlangsung dari rumah.

“Kami sangat mendukung langkah protektif yang diambil Pemko Pekanbaru dalam merespons kondisi udara yang memburuk. Namun, kunci efektivitas kebijakan ini berada di tangan orang tua. Penghentian belajar di sekolah akan sia-sia jika anak-anak justru dibiarkan bebas beraktivitas di luar rumah,” tegas Mulyono Widiarta, S.T., dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, penerapan PJJ harus dipahami bukan sebagai masa libur sekolah, tetapi sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan peserta didik. Karena itu, anak tetap perlu mengikuti pembelajaran dari rumah sekaligus mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum dinyatakan aman.

Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan

Yayasan Kiandra Setia Bangsa mengimbau orang tua dan wali murid untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak selama masa PJJ. Anak sebaiknya tidak bermain atau melakukan kegiatan yang tidak mendesak di ruang terbuka, terutama ketika kondisi udara sedang dipenuhi asap.

Selain membatasi aktivitas luar ruangan, keluarga juga perlu memperhatikan kondisi udara di dalam rumah. Upaya mengurangi masuknya asap dari luar menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.

Yayasan juga mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air putih yang cukup serta menjaga pola makan dan istirahat anak agar kondisi tubuh tetap terjaga.

Apabila anak harus keluar rumah karena keperluan yang tidak dapat ditunda, orang tua perlu memastikan anak menggunakan masker yang sesuai dan terpasang dengan benar sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan partikel berbahaya dari udara tercemar.

PJJ Harus Tetap Produktif dan Aman

Di sisi lain, orang tua diharapkan tetap mendampingi anak menjalankan proses pembelajaran dari rumah. Pengawasan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga memastikan kegiatan akademik tetap berjalan sesuai arahan sekolah.

Yayasan Kiandra Setia Bangsa menilai situasi kabut asap menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat. Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pendidikan.

“Keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas. Pada saat yang sama, proses pendidikan harus tetap berjalan melalui pembelajaran yang aman dan terarah dari rumah,” ujar Mulyono.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Yayasan Kiandra Setia Bangsa berharap seluruh pihak dapat mematuhi kebijakan PJJ dan tidak menganggapnya sebagai kesempatan untuk membebaskan anak beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi Karhutla, sementara sekolah memastikan sistem pembelajaran jarak jauh berjalan efektif. Di tingkat keluarga, orang tua menjadi garda terdepan dalam menjaga anak dari paparan asap dan memastikan mereka tetap mengikuti kegiatan belajar.

Dalam situasi bencana kabut asap, perlindungan anak membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah menyediakan kebijakan perlindungan, sekolah menjaga keberlanjutan pendidikan, sedangkan keluarga memastikan penerapan perlindungan tersebut berlangsung hingga ke lingkungan rumah.”

Yayasan Kiandra Setia Bangsa menegaskan komitmennya untuk terus mendorong edukasi publik mengenai perlindungan kesehatan, keselamatan peserta didik, serta kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam menghadapi risiko Karhutla dan pencemaran udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *